Scan to Download ios&Android APP


Prediksi harga GBP/USD: Apakah GBP kesulitan untuk bangkit kembali?

07:28, 8 December 2021

Share this article

Have a confidential tip for our reporters?

Prediksi harga GBP/USD

Apa yang perlu Anda ketahui mengenai pasangan mata uang GBP/USD

Pergolakan Brexit, kesengsaraan Coronavirus, bentrokan politik, hal tersebut, di antara faktor-faktor lainnya, telah menarik para investor untuk memperdagangkan pasangan pound Inggris vs. dolar AS, menjadikannya salah satu "mayor" dalam daftar pasangan forex. Dalam jargon forex, GBP/USD dikenal sebagai "cable", mengacu pada kabel fisik yang melintasi Samudra Atlantik antara London dan New York pada abad ke-19.

Pound Inggris adalah base currency dari pasangan ini, sedangkan greenback adalah counter currency, dengan data ekonomi makro Inggris dan AS mempengaruhi aksi harga GBP/USD. Sebagai contoh, langkah-langkah kebijakan moneter yang diputuskan oleh Bank of England (BoE) dan Bank Sentral AS (The Fed) akan membentuk kurs pasangan ini.

GBP/USD: Di mana pasangan mata uang ini sekarang?

Sejak awal tahun 2021, nilai tukar pound Inggris vs dolar AS telah diperdagangkan pada zona hijau, mengalami kenaikan sebesar 3,11% antara bulan Januari dan Agustus 2021 meskipun adanya pandemi COVID-19. Namun, dari perspektif kinerja tiga bulan, cable kehilangan 3% dari nilainya. Mulainya era baru di Inggris telah berperan pada volatilitas pasangan ini mengingat Brexit yang sekarang menjadi sebuah realitas baru.

Brexit diresmikan pada akhir tahun 2020 dan kedua mata uang tersebut menempatkan garis bawah pada pembicaraan jangka panjang yang dibanjiri dengan rumor serta masalah politik yang tak ada habisnya. Namun, pengumuman ini datang bersamaan dengan peluncuran vaksin COVID di seluruh negeri, menjadikannya tantangan lain bagi pemerintahan yang dipimpin oleh Boris Johnson tersebut.

Roller coaster berita makro di samping pandemi global membantu mendorong pasangan ini melalui cara yang berombak pada sepanjang tahun, dengan GBP/USD mencapai level tertinggi tahunan di 1,4247 pada bulan Juni. Level terendah 2021 ditetapkan di 1,3454 – level yang telah diuji pada 11 Januari. Kedua area sekarang masing-masing menjadi level resistance dan level support yang kritis, meninggalkan di antaranya beberapa zona kritis yang bertindak sebagai hurdle dari perspektif teknis.

Bisa dikatakan, level 1,3796 dan 1,3961 adalah area resistance lain yang telah dirayu oleh pasangan GBP/USD sepanjang tahun. Di sisi lain, angka 1,3600 dan 1,3508 merupakan zona support yang membantu mengguncang nilai tukar ketika aset mengujinya.

Terdapat dua indikator teknis yang dapat memberikan panduan lebih lanjut terhadap nilai tukar pound Inggris vs dolar AS: simple moving average 50 hari dan 200 hari, yang sedikit lagi akan melakukan crossover.

Namun, untuk sepenuhnya memahami gambaran teknis, pertama-tama kita harus memeriksa prospek ekonomi makro untuk memahami apa yang terjadi di balik layar. Pasangan GBP/USD serta aset forex lainnya tidak hanya bergerak karena faktor-faktor teknis.

GBP/USD: Apa yang mendorong pasangan ini?

  • Bank of England

Ketika pandemi melanda perekonomian Inggris, bank sentral mengumumkan paket stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang memotong suku bunga ke rekor terendah di 0,1% serta menetapkan program pembelian obligasi di angka £875 miliar. Namun, menurut pertemuan terakhir pada bulan Agustus, "pengetatan sederhana" bisa saja terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Pada sisi hawkish, beberapa anggota MPC seperti Michael Saunders dan David Ramsden lebih mendukung untuk mengurangi target pembelian obligasi dari £875 menjadi £830bn, menghasilkan pemungutan suara terbagi menjadi 2 lawan 9.

GBP/USD mengumpulkan momentum bullish dan memperbarui puncak hariannya di sekitar 1,3945 pada hari itu. Fakta bahwa Sanders dan Ramsden tidak setuju pada pemungutan suara QE memberikan dorongan pada pound, meskipun kenaikannya terbatas.

Tim Riset Wells Fargo berkomentar bahwa mengingat pengumuman BoE “bisa dibilang sedikit hawkish”, bank tersebut secara hati-hati telah mengajukan waktu yang diharapkannya untuk siklus kenaikan suku bunga Bank of England. Dengan pertimbangan tersebut, Wells Fargo meramalkan kenaikan suku bunga awal di Q3-2022, "meskipun hanya dengan basis poin sebesar 0,25%".

Dalam sebuah catatan kepada klien, analis FX Rabobank, Jane Foley menyoroti fakta bahwa program pembelian aset oleh Bank Sentral Inggris akan diselesaikan pada akhir tahun ini “sudah memposisikan MPC sebagai kurang dovish dibandingkan berbagai bank sentral G10 lainnya, khususnya, ECB”.

  • Dampak Brexit

Dampak Brexit masih belum terpecahkan dan berkontribusi pada momentum bearish saat ini untuk GBP/USD. Sebagai contoh, diskusi mengenai masalah bea cukai dan protokol pada Irlandia Utara yang telah ditunda karena liburan musim panas.

Di antara faktor-faktor lainnya, Foley merujuk pada terjadinya kekurangan tenaga kerja karena lebih dari 1,2 juta pekerja yang kembali ke UE di tengah Brexit dan pandemi global. "Sejak musim semi, terdapat peringatan mengenai kurangnya tenaga kerja pada sektor-sektor seperti pengolahan daging, pengemudi truk, konstruksi, dan perhotelan." ujar Foley.

  • Bank Sentral AS

Kelemahan pasangan ini secara keseluruhan juga dipengaruhi oleh antisipasi pengetatan oleh The Fed AS serta sentimen risk-off yang mendorong aksi harga dolar AS secara menyeluruh. Dinamika ini telah menguat sejak awal Juni ketika grafik dot-plot The Fed mengungkapkan kenaikan suku bunga mungkin akan terjadi lebih cepat dari yang diharapkan. GBP/USD anjlok sebesar 0,66% serta menguji level 1,4010 sebagai reaksinya terhadap dot-plot pada 16 Juni. Sebelumnya, ia membukukan level tinggi di 1,4132.

Baru-baru ini, indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, menguji level tertinggi sembilan bulan di angka 93,43, didukung oleh catatan FOMC baru-baru ini yang menandakan bahwa tapering akan segera terjadi - topik hangat lainnya dari sisi lain Atlantik.

Kesengsaraan karena tapering The Fed dihidupkan kembali oleh pimpinannya, Jerome Powell selama Simposium Jackson Hole tahunan, yang nada dovish-nya telah mengirim USD lebih rendah setelahnya. Powell mengisyaratkan bahwa The Fed tidaklah terburu-buru untuk melakukan tapering pada pembelian aset bulanan senilai $120 miliar, menyatakan bahwa “kemungkinan tepat” untuk mulai melakukan tapering pada kisaran tahun ini.

“Sebagai akibat dari kurangnya informasi baru dan kurangnya petunjuk yang konkret akan tapering, rasanya aman untuk mengatakan bahwa pertemuan FOMC bulan September, yang akan terjadi dalam waktu beberapa minggu, tidak akan digunakan untuk mengumumkan perlambatan laju pembelian aset.” ujar Michael Brown, analis pasar senior di Caxton.

“Sebaliknya, komite kemungkinan akan melanjutkan diskusi dan memberikan petunjuk formal mengenai tapering, sebelum pengumuman tapering sebenarnya pada akhir tahun,” tambah Brown.

Powel menyatakan optimismenya mengenai pasar ketenagakerjaan, ia mengatakan bahwa "prospeknya telah menjadi cerah dalam beberapa bulan terakhir". Analis di Nordea Bank menunjukkan bahwa jika The Fed memilih untuk melakukan proses tapering terkait dengan pasar ketenagakerjaan, "maka kami menemukan hal ini sebagai berita yang luar biasa hawkish karena ketenagakerjaan dapat mengejutkan semua orang terhadap model kami di musim gugur ini".

  • Ketakutan Akan Delta & Sentimen Risk-Off

Fakta bahwa sentimen risk-off memimpin pergerakan greenback juga dapat dijelaskan oleh kekhawatiran mengenai penyebaran varian Delta COVID yang sangat menular, yang telah menimbulkan kecemasan bagi banyak negara di seluruh dunia, terutama di AS.

“Dua studi menarik lainnya mengkonfirmasi bahwa varian Delta mengarah pada perlindungan yang lebih rendah, dan efisiensi vaksin akan berkurang secara signifikan setelah tiga bulan.” ujar Danske Bank dalam sebuah catatan kepada klien.

“Kombinasi dari kekebalan yang memudar serta perlindungan yang lebih lemah terhadap Delta bermakna bahwa kita, kemungkinan akan melihat wabah yang lebih besar di Eropa dan di AS selama bulan-bulan musim gugur serta musim dingin yang lebih beku.” tambah Danske Bank.

Dengan demikian, dinamika safe-haven akan terus ditunjang oleh kekhawatiran ini, sehingga mungkin akan mendukung greenback seperti yang terjadi selama tahun 2020.

GBP/USD: PENDORONG FUNDAMENTAL UTAMA

GBP/USD: Apa kata para analis?

Perihal aksi harga, Yohay Elam dari FXStreet bearish untuk prakiraan pound terhadap dolar dalam prospek bulanan. Ia menetapkan target harga di 1,3500 dan 1,3300 dalam perspektif tiga bulan.

Di sisi lain, Wells Fargo melihat kurs bergerak sideways dalam prediksi GBP/USD bulanannya dengan target di 1,3800 dan 1,3700 untuk prospek kuartalan.

Rabobank mencatat bahwa selama greenback "bertahan relatif kuat", GBP/USD dapat mengalami kesulitan untuk melampaui zona 1,3800-1.3900.

Tim Ekonomi Global ING bullish terhadap cable, menetapkan target kurs di 1,4100 dan 1,4500 masing-masing untuk satu bulan dan tiga bulan. Data NFP AS yang akan datang layak untuk diperhatikan, menurut ING, sebab ia dapat memberikan katalis lebih lanjut terhadap penguatan USD dan ekspektasi tapering The Fed.

"Data pasar ketenagakerjaan Jumat depan seharusnya bagus, namun mungkin tidak cukup untuk menyegel kesepakatan bagi pengumuman tapering bulan September yang akan melihat terjadinya pengurangan pembelian aset sejak bulan Oktober." ujar bank tersebut.

“Konsensus berada di 750.000 lapangan kerja untuk bulan Agustus, sementara kami pikir ia akan mendekati 675.000. Mungkin kita perlu melihat angka di 900 ribu lagi untuk membalikkan peluang demi tapering bulan September.” tambah ING.

Sebuah jajak pendapat oleh FXStreet yang menyurvei 37 analis menunjukkan target kurs satu bulan di 1,3836 dengan 48% sentimen bullish dan 21% bearish. Dalam prospek GBP/USD kuartalan, target kurs ditetapkan di 1,3846 dengan 55% sentimen bullish dan 21% bearish.

Harap dicatat bahwa prediksi analis seringkali salah. Anda harus selalu melakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau perdagangan apa pun.

GBP/USD: analyst forecasts; Source: Marketbeat

GBP/USD: Alasan untuk melakukan long

  • Secara teknis, Giles Coghlan, kepala analis mata uang, dan direktur GCFX, percaya bahwa pound Inggris "secara luas masih bullish" dan dips dapat dibeli sebagai konsekuensinya.
  • Prospek bullish akan GBP ini juga berkolaborasi dengan skenario optimis saat ini yang diramalkan oleh Boris Johnson dalam hal pembukaan perekonomian kembali saat peluncuran vaksin Covid sedang berlangsung di seluruh negeri.
  • Meningkatkan sentimen global pada COVID dapat meningkatkan kepercayaan pada orang-orang yang masih enggan untuk mendapatkan dosis vaksin.

GBP/USD: Alasan untuk melakukan short

  • Angka upah non-pertanian AS untuk bulan Agustus dapat meningkatkan dolar jika laporan ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa angka tersebut mendekati satu juta lapangan pekerjaan yang diciptakan pada bulan itu, karena hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan pengumuman tapering oleh Bank Sentral. Faktanya, mengenai angka NFP, Yohay Elam mengatakan: “Upah non-pertanian AS ketiga berturut-turut dapat meyakinkan pasar bahwa tapering The Fed sudah dekat, serta mendorong dolar dan mengirim sterling ke level lebih rendah. Meningkatnya kasus covid di Inggris dan adanya Brexit kemungkinan akan memberi tekanan pada pound. Secara keseluruhan, terdapat ruang untuk terjadinya penurunan pada GBP/USD”
  • Dinamika risk-off dapat terus mendukung dolar AS karena penyebaran varian Delta tetap menjadi perhatian baik di Amerika Serikat maupun secara global
  • Ketidakpastian seputar masalah bea cukai pasca-Brexit yang terus membatasi kenaikan GBP/USD secara keseluruhan

Apakah Anda harus melakukan long atau short, merupakan keputusan Anda. Selalu ingat bahwa keputusan Anda untuk melakukan trading tergantung pada sikap Anda terhadap risiko, keahlian Anda pada pasar ini, penyebaran portofolio investasi Anda, serta seberapa nyaman perasaan Anda akan kehilangan uang.

GBP/USD: Riwayat aksi harga 

Selama sepuluh tahun terakhir, pasangan GBP/USD telah kehilangan -15,93% dari harganya, menandai level tertinggi di 1,7208, sementara level terendah paling signifikan dalam periode tertentu adalah set terbawah pasca-Brexit di 1,1412. Namun penurunan paling menonjol dan tajam dalam 20 tahun terakhir terjadi pada saat krisis ekonomi global tahun 2007-2008.

Sebelum pandemi COVID-19, ia dianggap sebagai salah satu krisis keuangan paling parah di zaman modern, di mana campuran faktor seperti gelembung perumahan yang terhenti di AS memicu terjadinya gempa ekonomi. Akibatnya, para investor seluruh dunia mencari safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss, meninggalkan mata uang berisiko seperti pound Inggris.

Setelah masalah mereda, GBP/USD berhasil melakukan penyegaran level terendah sepanjang masanya sebelum terjadinya penurunan yang dipicu oleh Brexit di 1,3515. Sebelum krisis, nilai tukar pound Inggris vs dolar AS berhasil mencapai level tertinggi baru di 2,1169.

Saat ini, seiring dengan harga yang berada di antara level 1,3700 dan 1,3900, GBP/USD telah secara nyata berjuang untuk pulih dari kerugiannya akibat pembicaraan Brexit jangka panjang yang membawa ketidakpastian pada perekonomian Inggris. Dua perdana menteri telah menjabat di Downing Street selama proses tersebut, sejak referendum berlangsung pada 2016 dan kemudian Boris Johnson meneruskan kepemimpinan negara tersebut pada era "pasca-Brexit".

Menurut sebuah catatan dari Economics Observatory, penurunan nilai GBP yang terkait dengan Brexit menunjukkan bahwa "para partisipan pasar keuangan percaya bahwa investasi aset dalam mata uang pound akan berkinerja lebih buruk setelah dilakukannya pemungutan suara untuk Brexit, dibandingkan dengan yang seharusnya". Bisa dikatakan, kurangnya kepercayaan diri pasca-Brexit masih tak terpecahkan. Faktanya, pada awal tahun, pound Inggris 20% lebih lemah daripada sebelum Undang-Undang Referendum UE mendapatkan Pengesahan Kerajaan Inggris pada bulan Desember 2015.

GRAFIK RIWAYAT KURS GBP/USD

Perubahan terbesar dalam kurs GBP/USD

  • Pada tahun 2008, pasangan ini mengalami kinerja tahunan terburuk dalam sejarah GBP/USD akibat krisis keuangan global yang mengirimnya mengalami pemerosotan sebesar 26,26% dalam setahun.
  • Cable menikmati kinerja tahunan terbaiknya pada tahun 1987 mengalami lonjakan sebesar 27,70% month-on-month.
  • Hasil referendum Brexit yang diumumkan pada 24 Juni 2016 memicu aksi jual dalam satu hari terbesar pada pound Inggris terhadap rekan-rekannya di bidang FX, dengan GBP/USD anjlok sebesar 7,95% dari level tertinggi di 1,506 dan memiliki kisaran harian sebesar 12%.
  • GBP/USD mengalami penurunan substansial yang didorong oleh flash crash pada 7 Oktober 2016, akibat likuiditas yang tipis dalam semalam di Asia, jatuh ke level terendah di 1,1777 dari level tertinggi di 1,2621. Beberapa broker global terpaksa menangguhkan perdagangan, meninggalkan cable dengan kisaran harian sebesar 7% dalam hitungan detik.
  • Pada 17 Januari 2017, GBP/USD mengalami salah satu hari terbaiknya dalam hampir 20 tahun, mengalami lonjakan sebesar 3,09% di hari itu ketika Perdana Menteri Theresa May mengkonfirmasi bahwa Inggris akan keluar dari pasar tunggal, membuat sterling melonjak empat sen terhadap greenback.

Apa prediksi untuk pound terhadap dolar?

Sebuah jajak pendapat oleh FXStreet yang menyurvei 37 analis menunjukkan target kurs satu bulan di 1,3836 dengan 48% sentimen bullish dan 21% bearish. Dalam prospek kuartalan, target kurs ditetapkan di 1,3846 dengan 55% sentimen bullish dan 21% bearish.

Akankah pound menguat di tahun 2021?

Tim Ekonomi Global ING bullish untuk cable, menetapkan target kurs di 1,4500 untuk prospek tiga bulan, yang berarti bahwa GBP/USD memiliki potensi kenaikan untuk akhir tahun.

Akankah pound menguat setelah Brexit?

Kekhawatiran pasca-Brexit seperti masalah bea cukai dan kekurangan tenaga kerja, di tengah pulangnya warga negara Uni Eropa berkontribusi pada momentum bearish saat ini bagi GBP/USD.

Capital Com is an execution-only service provider. The material provided on this website is for information purposes only and should not be understood as an investment advice. Any opinion that may be provided on this page does not constitute a recommendation by Capital Com or its agents. We do not make any representations or warranty on the accuracy or completeness of the information that is provided on this page. If you rely on the information on this page then you do so entirely on your own risk.

Masih mencari broker yang bisa Anda percayai?


Bergabung dengan 400.000+ trader di seluruh dunia yang telah memilih trading bersama Capital.com

1. Buat & verifikasi akun Anda

2. Lakukan deposit

3. Temukan trading Anda