Scan to Download ios&Android APP


Prakiraan harga perak: adakah upside bagi logam mulia ini?

23:01, 2 December 2021

Share this article

What You Need to Know

The week ahead update on major market events in your inbox every week. Subscribe

Harga perak melonjak di awal September, dan mendekati level tertinggi dalam sebulan, namun gagal mempertahankan kenaikannya tersebut dan segera tergelincir kembali. 

Perak diperdagangkan naik dari $23,84 pada 2 September menjadi $24,80 pada 6 September, namun sepuluh hari kemudian turun ke level $23,80. 

Di bulan Februari 2021 logam ini meraih level tertinggi dalam delapan tahun, menyentuh $30 per ons untuk pertama kalinya sejak tahun 2013, tetapi sejak saat itu komoditas tersebut telah berjuang untuk mencari dukungan. Harga turun tajam di bulan Juni dan lagi di bulan Agustus, karena US Federal Reserve (Fed) mengindikasikan bahwa mereka bisa mulai mengurangi langkah-langkah stimulus moneternya di akhir tahun. Harga perak telah menurun sekitar 14,5% tahun hingga saat ini, setelah kehilangan 6,3% di bulan Agustus saja, diperdagangkan sekitar level $23 per ons pada saat penulisan, 17 September.

Apa yang telah mencegah harga logam ini dari breaking out meskipun ketidakpastian ekonomi terus berlanjut yang biasanya diperkirakan untuk mengangkat harga logam mulia? Apa penggerak utama bagi pasar dan bagaimana prospek di sisa tahun ini.

Harga perak saat ini dan penggerak utama

Sama halnya dengan emas, pasar perak secara luas dilihat sebagai investasi safe haven yang bertindak sebagai portfolio hedge terhadap ketidakpastian atau kelemahan ekonomi. Dengan memegang komoditas seperti logam mulia, investor bisa melindungi nilai portofolio mereka terhadap penurunan nilai saham dan obligasi, yang dapat terjadi di saat resesi. Perak merupakan penyimpanan nilai yang juga telah digunakan untuk membuat koin fisik sepanjang sejarah.

Harga perak awalnya turun di bulan Maret 2020 karena investor menjual aset dan melikuidasi posisi untuk mengisi margin calls. Akan tetapi, karena permintaan safe haven untuk perak yang mengambil alih sebagai akibat dari ketidakpastian yang muncul pada awal pandemi Covid-19, pasar pun rebound dengan cepat. Logam ini naik lebih dari dua kali lipat dari sekitar $12,10 di bulan Maret hingga meraih $29,77 di bulan Agustus 2020, lalu tergelincir kembali ke $21,90 di bulan November ketika vaksin pertama diumumkan, yang mendorong rasa optimis atas prospek pemulihan ekonomi dari penutupan seluruh dunia. Secara keseluruhan, perak mendapat kenaikan rata-rata 47% di tahun 2020 dikarenakan meningkatnya permintaan dari investor seiring dengan gangguan pasokan perak akibat ditutupnya beberapa tambang perak selama karantina wilayah Covid-19.

Perak melonjak lagi di bulan Februari, lantaran investor ritel yang memasuki pasar, mereka memperkirakan bahwa harga akan naik sebagai respons atas peningkatan inflasi menyusul dikeluarkannya paket stimulus ekonomi untuk mendorong pemulihan dari pandemi. Namun harapan akan pemulihan global dan kekhawatiran atas pengetatan moneter dari Amerika Serikat (AS) dan bank sentral lainnya telah membatasi kenaikan di tahun 2021. Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS di bulan Juni juga membebani harga logam mulia karena bank sentral mengindikasikan sikap yang cenderung lebih hawkish dibandingkan yang diharapkan oleh pasar atas potensi untuk mengangkat suku bunga.

Hal ini membuat investasi perak sebagai cara penting bagi investor untuk mengelola portofolio mereka mengingat faktor makroekonomi yang mempengaruhi kinerja ekonomi global.

Konsumsi fisik

Tidak seperti emas, yang sebagian besar digunakan untuk perhiasan serta aset investasi, lebih dari setengah permintaan tahunan atas perak berasal dari kebutuhan industri. Perak merupakan logam yang mudah ditempa, ini menjadikan perak ideal untuk dibentuk sebagai perhiasan, namun perak juga merupakan konduktor listrik yang baik dan karenanya digunakan secara luas dalam elektronik.

Beragamnya penggunaan perak di berbagai aplikasi industri berdampak pada harga perak - ketika aktivitas manufaktur meningkat, maka harga pun meningkat karena permintaan yang tinggi, sementara ketika aktivitas menurun, seperti saat resesi, maka harga akan menjadi lebih rendah.

Oleh karena itulah, data Indeks Manajer Pembelian (PMI) pabrik bulanan dari seluruh dunia merupakan ukuran yang penting dari permintaan perak, karena ini mengindikasikan aktivitas industri.

PMI global yang dikompilasi oleh JP Morgan dan IHS Markit turun ke level terendah dalam enam bulan yakni 54,1 di bulan Agustus 2021 dari 55,4 di bulan Juli karena pertumbuhan output telah kehilangan momentum di beberapa pasar utama (angka di atas 50 mengindikasikan ekspansi dalam aktivitas manufaktur, sementara angka di bawah 50 menunjukan kontraksi). PMI mencatat pemulihan ke-14 bulan, sementara MI global melemah, dengan tetap berada di atas 50 di bulan Agustus.

Transisi menuju energi bersih di seluruh dunia diharapkan untuk mendorong permintaan fisik untuk perak di tahun-tahun berikutnya - contohnya, dalam produksi sambungan listrik di kendaraan listrik. Berdasarkan data yang dikompilasi oleh Metals Focus untuk Silver Institute, panel surya menyumbang angka prakiraan sekitar 20% dari permintaan industri untuk perak di tahun ini. Permintaan dari sektor surya naik 4% di tahun 2020 bahkan ketika permintaan perak secara keseluruhan turun 10% menjadi 896,7 juta ons, yang mencerminkan dampak dari pandemi pada konsumsi industri. Permintaan perak industri merosot sebanyak 5% menjadi 486,8 juta ons, terendah dalam lima tahun.

Peluncuran jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G) juga akan menjadi sumber permintaan yang meningkat di masa depan, karena perak yang digunakan dalam peralatan telekomunikasi.

Produksi pertambangan

Perak biasanya ditambang sebagai produk sampingan dari emas, tembaga, seng dan timah. Menurut Silver Institute, produksi perak utama hanya menyumbang sebanyak 27% dari output total di tahun 2020. Ini berarti bahwa pasokan tidak selalu menjawab fundamental pasar karena produksi perak bisa turun bahkan apabila permintaan atas perak meningkat. Ini terjadi jika harga logam yang terutama diproduksi di tambang sementara tradiperak merupakan produk sampingan menurun dan sebaliknya.

Output penambangan perak turun 5,9% menjadi 784,4 juta ons di tahun 2020, ini merupakan penurunan tahun keempat berturut-turut dan penurunan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini dikarenakan oleh penutupan tambang sementara selama karantina wilayah terkait pandemi. 

Meksiko merupakan produsen perak terbesar di dunia, menyumbang hampir 23% dari pasokan global. Produksi di Meksiko terhenti di bulan April dan Mei 2020, yang berkontribusi pada mengetatnya pasokan global. Produksi juga turun di Peru, yang merupakan sumber tambang terbesar kedua di dunia, sementara Chile meningkatkan outputnya dengan penangguhan yang lebih sebentar.

Sebagaimana pasar komoditas lainnya, pasokan perak dari tambang di seluruh dunia tentunya mempengaruhi harga, dengan pasokan rendah yang mendukung kenaikan harga dan peningkatan pasokan yang membebani pasar. Setelah turun 6% di tahun lalu, pasokan yang ditambang diramalkan akan meningkat sebanyak 8% di tahun 2021 menjadi 848,5 juta ons, berdasarkan data dari Silver Institute.

Permintaan investasi

Status perak sebagai komoditas safe haven menjadikan permintaan dari investor sebagai penggerak utama atas harganya. Ini terlihat di tahun 2020, ketika harga perak naik terlepas dari adanya penurunan permintaan fisik yang melebihi pengurangan pasokan yang ditambang.

Menurut Silver Institute, investasi net di dalam exchange-traded products (ETPs) untuk perak melambung sebanyak 298% di tahun 2020 menjadi 331,1 juta ons, dan juga kepemilikan global yang naik di atas satu miliar ons untuk pertama kalinya sejak ETP pertama kali diluncurkan di tahun 2006.

Permintaan investasi untuk perak didorong oleh beberapa faktor seperti nilai US dollar, suku bunga dan  inflasi, serta perkembangan geopolitik, yang memungkinkan investor untuk mengambil posisi jual atau beli berdasarkan kesehatan ekonomi global dan mendiversifikasi portofolio mereka. 

Suku bunga yang rendah dan US dollar yang melemah menjadikan perak lebih menarik karena perak menahan nilainya sebagai aset, sementara nilai dollar yang menguat dan suku bunga yang lebih tinggi menjadikan perak kurang  menarik karena investor tidak menerima bunga atas kepemilikan mereka. Beberapa investor memilih untuk membeli perak daripada emas karena harga perak yang lebih terjangkau, terutama jika mereka membelinya dalam bentuk logam fisik.

Komentar analis

Analis

Tanggal

Komentar

Heraus Precious Metal

6 September 2021

“Masalah semikonduktor membatasi pertumbuhan permintaan elektronik untuk perak tahun ini. Sisi positifnya, volume penjualan ponsel cerdas terus meningkat di Kuartal 2 2021. Namun, kekurangan chip yang diderita oleh industri otomotif serta beberapa bagian elektronik lainnya berarti bahwa sementara harapan di tahun ini atas permintaan elektronik yang lebih tinggi sekitar 315 juta ons, tapi pemulihannya belum menjadi sekuat ketika diprediksi di awal.”

Stone X

13 September 2021

“Mengingat keadaannya, dengan emas yang pada dasarnya trading sideways, kinerja perak termasuk buruk; ini terlihat dari rasio sekarang di 75,6 - naik dari 73,7 pada minggu lalu. Hal ini masuk akal karena perak, dengan kurangnya panduan dari emas, melihat prospek industri dan dengan didorong oleh ketidakpastian akibat virus menjaga sentimen netral hingga sedikit bearish. Ada sejumlah besar permintaan pent-up yang siap mengambil alih khususnya di India, namun pasar masih sangat berhati-hati. Kurangnya kapasitas pengiriman juga membuat perak tetap waspada karena sekarang beberapa pengiriman harus melalui udara.”

TD Securities

13 September 2021

“Fedspeak menghiraukan laporan penggajian yang mengecewakan dan terus menyarankan bahwa kondisi untuk tapering bisa dipenuhi tahun ini. Berikutnya, harga perak berada di bawah kinerja emas, karena pasar mengantisipasi dengan tepat bahwa tapering juga harus melemahkan pendorong penting dari permintaan untuk semua barang koleksi - termasuk permintaan ritel untuk emas batangan dan koin yang sudah memberikan dukungan luar biasa atas perak di tahun ini. Pada saat yang bersamaan, sementara harga perak telah jatuh hampir 20% dari #silversqueeze yang gagal, kepemilikan ETF atas perak baru saja berhasil melepaskan akumulasi panjang selama beberapa sesi tersebut...Menurut kerangka kerja ChartVision kami, harga emas hanya perlu menembus $ 1870/ons di akhir tahun agar membentuk uptrend, sementara perak perlu menembus $27,40/ons. Berikutnya, kami memasuki long-short position tertimbang terbalik dalam emas/perak, sambil mengharapkan emas akan melampaui perak dalam beberapa bulan mendatang.”

Zaner

14 September 2021

“Aksi baru-baru ini yang menunjukkan tanda-tanda inflasi mendorong adanya tapering yang berikutnya telah merusak harga emas dan perak… Trading perak memiliki fokus yang berbeda dari trading emas, dengan adanya pasang surut permintaan fisik yang kemungkinan mendominasi aksi harian di sesi trading mendatang… Perak harus memiliki dasar fundamental yang cukup agar dapat menahan harga jauh di atas posisi terendah konsolidasi pertengahan Agustus, yang turun di $22,97."

Para analis di lembaga kliring dan penyedia likuiditas Sucden Financial di dalam laporan kuartal ketiga mereka mengatakan: “Kami percaya masih ada potensi upside bagi kinerja perak pada paruh kedua tahun ini berdasarkan pemulihan yang berlanjut di kinerja industri bersama dengan tingkat inflasi yang meningkat.

“Akan tetapi, ini tidak mungkin tiba tanpa adanya tantangan. Suku bunga sebagai pendorong utama dan kinerja perak yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan dalam suku bunga dan keberhasilan kampanye inokulasi, karena kenaikan bunga lebih lanjut dapat terus menciptakan halangan bagi perak. Ini konsisten dengan perilaku historis perak dalam periode di saat kebijakan moneter menjadi lebih ketat, yang seringkali mengakibatkan penurunan harga."

Para analis di Jefferies memiliki prakiraan kasus dasar untuk perak dimana harga jangka panjang rata-rata $20 per ons, sebuah skenario upside dimana harga itu mencapai $35 per ons dan rata-rata $30 per ons selama jangka panjang, dan skenario downside dimana perak turun menjadi $15 per ons tanpa adanya peningkatan setelahnya. 

Haruskah saya membeli perak?

Ada beberapa alasan yang membuat investor memilih untuk mendapatkan exposure atas harga perak dalam portofolio mereka.

Perlindungan nilai (hedge) terhadap jatuhnya saham dan obligasi

Investor umumnya memegang sebagian kecil dari portofolio mereka di dalam gold dan perak sebagai cara untuk melindungi nilai terhadap volatilitas harga aset lainnya. Emas dan perak bisa mempertahankan nilai mereka bahkan jika harga saham dan obligasi turun di saat resesi dan periode ketidakpastian ekonomi.

Pertumbuhan permintaan jangka panjang

Tren jangka panjang seperti transisi menuju generasi listrik surya, kendaraan listrik, dan jaringan telekomunikasi 5G diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk perak melalui produksi panel surya, elektronik, dan komponen listrik. Ini dapat memperketat keseimbangan pasokan/permintaan yang menjadikan tren harga perak lebih tinggi di tahun-tahun mendatang.

Menurunnya pasokan tambang

Pada saat yang bersamaan, ketika permintaan diperkirakan akan meningkat, pasokan jangka panjang perak dari tambang diramalkan menurun karena adanya pengurangan nilai bijih yang menghasilkan rendahnya tingkat pemulihan perak dari tambang. Ada kekurangan proyek pertambangan baru yang diperkirakan mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan, serta penemuan deposit baru yang bisa membutuhkan puluhan tahun untuk memasuki produksi.

Likuiditas tinggi

Sebagai salah satu komoditas yang paling aktif diperdagangkan di dunia, memang mudah untuk melakukan trading perak dalam bentuk fisik atau berinvestasi di saham serta dana pertambangan perak kapan saja Anda ingin masuk atau keluar dari posisi. Bid-ask spreads yang ketat - perbedaan antara harga terendah yang akan diterima seorang seller dan harga tertinggi yang akan dibayar seorang buyer - berarti bahwa investor akan selalu membeli dan menjual dekat dengan harga pasar.

Haruskah saya menjual perak?

Ada juga beberapa alasan mengapa investor mungkin ingin membatasi exposure mereka terhadap perak atau bahkan sell short. 

Pengetatan moneter

Prospek jangka pendek dari harga perak telah menjadi semakin tidak pasti di tahun 2021. Saat para trader dan investor memperkirakan bahwa harga akan memperpanjang reli delapan tahun yang terlihat di awal tahun sebagai akibat dari naiknya inflasi dan berlanjutnya ketidakpastian akan pandemi Covid-19, namun harga sudah berada di bawah tekanan. Penurunan harga perak didorong oleh kekhawatiran bahwa US Federal Reserve dan badan lainnya seperti Bank Sentral Eropa (ECB) dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang sebelumnya diperkirakan, yang mana akan mengurangi permintaan investasi atas logam mulia.

Volatilitas pasar

Perak diperdagangkan dengan harga jauh di bawah emas, tetapi harga perak juga jauh lebih fluktuatif. Ini mungkin tidak sesuai untuk investor yang menginginkan investasi stabil untuk portofolio mereka. Perubahan harga yang tajam memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar, namun juga meningkatkan risiko kerugian yang besar. 

Para pendukung besar dan pemegang perak

Thomas Kaplan, Pendiri, Electrum Group

Kaplan menjadi miliarder berkat investasi peraknya. Electrum Mines mengatur fasilitas pertambangan dengan sumber daya seharga lebih dari satu miliar ons perak. Kaplan melihat potensi harga perak naik hingga $100 dalam jangka panjang. Berikut perkataan Kaplan kepada Kitco di bulan Desember 2020:

"Setelah perak menjadi stabil dan emas meningkat sebagaimana dengan beberapa logam moneter, kemudian perak mulai naik mengikuti emas dan menjadi oktan serta melampaui emas. Ini yang terjadi di saat krisis keuangan dan kita mulai melihatnya lagi."

Warren Buffett, Salah Satu Pendiri, Berkshire Hathaway

Perusahaan dana milik investor miliarder Warren Buffett membeli 129.7 juta ons perak di tahun 1997 dan awal tahun 1998, dia bertaruh bahwa penurunan persediaan dengan permintaan yang melewati produksi serta daur ulang hanya akan dapat diatasi oleh kenaikan harga perak. 

Buffet di dalam suratnya ke pemegang saham di tahun 1997 berkata:

“Ditandai ke pasar, posisi itu memberikan keuntungan sebelum pajak sebesar $94,7 juta bagi kami di tahun 1997. Di satu sisi, saya kembali ke masa lalu dengan ini: Tiga puluh tahun yang lalu, saya membeli perak karena saya telah mengantisipasi demonetisasi oleh pemerintah AS. Sejak saat itu, saya telah mengikuti fundamental logam namun tidak memilikinya.”

Di tahun 2006 Berkshire Hathaway menjual kepemilikannya dengan harga yang jauh lebih tinggi.

JP Morgan

Bank investasi AS JP Morgan memagan salah satu persediaan perak terbesar di dunia. Data dari Pasar Berjangka dan Opsi COMEX menunjukan bahwa JP Morgan memiliki sekitar 50% dari saham fisik perak batangan yang tersimpan di gudang bursa, yang berjumlah sekitar 184,5 juta ons. Harga saham tersebut bernilai sekitar $4,3 milyar dengan trading perak sekitar $23,5  per ons.

Sejarah harga perak

Selama ribuan tahun perak telah ditambang dan digunakan untuk membuat koin. Setelah penemuan logam oleh penjelajah Eropa, maka pusat produksi dunia pun dipindahkan dari Turki dan Eropa Selatan ke Amerika Latin. Bolivia, Peru, dan Meksiko menyumbangkan lebih dari 85% produksi perak sedunia di antara abad ke-16 dan ke-19. 

Produksi terus berkembang, dan industrialisasi juga meningkatkan penggunaan logam tersebut. Produksi dalam 25 tahun terakhir abad ke-19 naik empat kali lipat dari 75 tahun pertama menjadi total hampir 120 juta ons setiap tahun. Berikutnya di tahun 1900-1920, produksi global meningkat 50% lebih banyak menjadi sekitar 190 juta ons, ini menyusul penemuan baru cadangan perak di berbagai negara di Amerika, Eropa dan Asia.

Perkembangan teknik penambangan baru yang meningkatkan efisiensi dan hasil dari lokasi penambangan juga terjadi di tahun 1900-an.

Grafik harga perak di atas menunjukan bahwa pasar melonjak sesudah perang saudara di AS, karena meningkatnya pasokan mata uang untuk membiayai perang yang juga meningkatkan daya tarik dari emas dan perak.

Runtuhnya tahun 1929 yang disusul dengan Depresi Besar membuat nilai perak jatuh ke rekor terendah $0,25 per ons di tahun 1932 dan 1934. Namun hal ini segera pulih kembali, dan krisis minyak di tahun 1979 mendorong reli harga komoditas yang membuat nilai perak meroket dari $5 per ons hingga rekor tertinggi $49 per ons. Sebagai tanggapan atas krisis plafon utang AS, harga perak mencapai level tertinggi baru di atas $49 per ons di bulan April 2011.

Pasar kemudian mundur, ini sebelum adanya dampak dari pandemi Covid-19 yang mendorong harga perak melambung ke level tertinggi dalam delapan tahun yakni di atas $30 per ons di bulan Februari 2021.

Profil

Meskipun perak tidak digunakan sebagai mata uang dengan cara yang sama seperti emas, tetapi perak juga telah digunakan sebagai mata uang selama berabad-abad serta masih memiliki nilai sebagai logam mulia. Investor bisa memilih untuk membeli koin perak fisik dan bentuk batangan, atau mereka bisa berinvestasi di aset keuangan seperti exchange-traded funds atau saham dari perusahaan pertambangan perak. Perak juga bernilai dalam produksi perhiasan.

Dibanding dengan emas, perak juga jauh lebih luas digunakan dalam produk industrial, yang membuat investasi perak sebagai metode utama bagi investor untuk mendapatkan exposure dari aktivitas pabrik global di dalam portofolio mereka.

Berinvestasi di perak memungkinkan investor untuk melindungi nilai portofolio mereka terhadap suku bunga rendah dan penurunan nilai US dollar, karena perak cenderung mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu dan dilihat sebagai investasi safe haven.

Para trader dan investor sering melihat rasio dari emas/perak - jumlah ons dari perak yang dibutuhkan untuk membeli satu ons emas - untuk menentukan apakah perak dianggap undervalued atau overvalued di saat tertentu.

Pasar perak diperkirakan akan mengetat dalam jangka waktu panjang, karena permintaan akan panel surya - yang sudah menyumbangkan sebagian besar konsumsi - diharapkan akan meningkat seiring dengan dorongan atas pengurangan emisi karbon di seluruh dunia. Perak juga digunakan dalam jumlah besar untuk kendaraan listrik dan jaringan telekomunikasi 5G dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil dan peralatan telekomunikasi generasi sebelumnya. 

Cara trading perak dengan CFDs di Capital.com

Bagaimana menurut Anda, akankah harga perak naik atau turun? Anda bisa memulai trading logam tersebut dengan contracts for difference (CFDs) di  Capital.com hari ini.

CFD trading memberikan Anda kesempatan untuk mencoba mendapat keuntungan dari fluktuasi baik positif maupun negatif. Anda bisa mengambil long position, dengan spekulasi bahwa harga perak akan naik, ataupun short position, dengan spekulasi bahwa harga perak akan turun.

Sebagai produk dengan leverage, CFD dirancang untuk memaksimalkan keuntungan, yang bisa menjadi besar pada aset volatil seperti saham. Namun Anda juga harus menyadari atas risiko tinggi yang terlibat, karena leverage juga akan memperbesar kerugian Anda jika harga aset bergerak melawan posisi Anda. Lakukan riset Anda sendiri dan gunakan peralatan manajemen risiko, seperti stop-loss orders, untuk mengurangi risiko.

Sebelum Anda mulai, ada baiknya untuk melihat panduan lengkap dari Capital.com untuk memastikan bahwa Anda paham apa itu CFDs, bagaimana cara kerjanya, serta keuntungan dan risiko yang dimilikinya, dan juga strategi trading baik untuk profesional maupun pemula. Anda juga bisa membuat akun di Capital.com untuk mengikuti berita perak terbaru, analisis, dan prakiraan untuk melihat peluang trading terbaik.

Mengapa trading CFDs perak dengan Capital.com?

  • Teknologi AI canggih sebagai intinya: news feed seperti Facebook yang menyediakan pengguna dengan konten yang telah dipersonalisasi serta unik tergantung dari pilihan pengguna. Jika trader membuat keputusan bias, maka SmartFeed yang inovatif menawarkan berbagai materi untuk mengembalikan trader ke jalur yang benar. Jaringan syaraf menganalisis perilaku dalam aplikasi dan merekomendasikan video, artikel, dan berita untuk membetulkan strategi investasi Anda. Ini akan membantu memperbaiki pendekatan Anda untuk trading aset volatil seperti perak.
  • Trading on margin: menyediakan trading on margin dengan bantuan CFDs, Capital.com memberikan Anda akses menuju pasar keuangan bahkan dengan jumlah dana terbatas di akun Anda.
  • Trading the difference: saat melakukan trading CFDs perak, Anda tidak membeli aset dasar itu sendiri, artinya Anda tidak terikat padanya. Anda hanya berspekulasi mengenai naik atau turunnya harga logam. CFD trading tidak berbeda dengan trading tradisional dalam hal strategi. Seorang investor CFD dapat melakukan short atau long, mengatur stop dan membatasi losses, serta menerapkan skenario trading yang sesuai dengan tujuan mereka.
  • Analisis trading menyeluruh: platform berbasis browser yang memungkinkan traders untuk membentuk analisis dan prakiraan pasar mereka sendiri dengan indikator teknikal yang canggih. Capital.com menyediakan updates pasar secara langsung dan berbagai macam format grafik, yang tersedia di desktop, iOS dan Android.
  • Fokus pada keamanan: Capital.com sangat mempedulikan keamanan. Dengan lisensi dari CySEC, FCA, dan NBRB, Capital.com mematuhi semua peraturan dan memastikan bahwa keamanan data kliennya merupakan hal yang utama. Perusahaan ini memungkinkan Anda untuk menarik uang 24/7 dan menyimpan dana milik trader di rekening bank terpisah.

FAQ

Apakah perak merupakan investasi yang baik?

Sebagaimana dengan emas, perak adalah logam mulia yang dianggap berguna untuk melindungi nilai terhadap ketidakpastian ekonomi di dalam portofolio yang terdiversifikasi. Katanya, beberapa investor lebih memilih untuk mendapat exposure dari emas dibandingkan perak, yang bisa lebih volatil. Apakah perak merupakan investasi yang baik untuk Anda, ini tergantung dari toleransi Anda terhadap risiko, keadaan keuangan personal, dan komposisi portofolio.

Akankah perak naik?

Terdapat ketidakpastian jangka pendek mengenai arah harga perak, karena bank sentral di seluruh dunia mempertimbangkan untuk mengurangi stimulus ekonomi yang mereka sediakan di awal pandemi Covid-19 seiring dengan pemulihan ekonomi global. Ini bisa menyebabkan suku bunga naik dan melemahkan harga perak. Namun ada juga kekhawatiran mengenai inflasi dan dalam jangka panjang, beberapa analis memperkirakan bahwa perak akan naik karena permintaan industri yang meningkat. Tetapi ini hanyalah pendapat mereka, dan analis tidak selalu benar.

Bagaimana saya bisa membeli perak?

Jika Anda ingin mengambil short-term position atas harga logam tersebut, Anda bisa melakukan trading perak dengan contracts for difference (CFDs) di platform Capital.com.

Pastikan Anda memahami cara kerja CFDs sebelum Anda berinvestasi. Lakukan riset Anda sendiri dan selalu ingat bahwa keputusan Anda untuk trading haruslah berdasarkan pada sikap Anda terhadap resiko, keahlian Anda di pasar ini, penyebaran portofolio investasi dan seberapa nyaman perasaan Anda jika kehilangan uang. Jangan pernah berinvestasi lebih dari yang Anda bisa relakan jika hilang.

What You Need to Know

The week ahead update on major market events in your inbox every week. Subscribe
Capital Com is an execution-only service provider. The material provided on this website is for information purposes only and should not be understood as an investment advice. Any opinion that may be provided on this page does not constitute a recommendation by Capital Com or its agents. We do not make any representations or warranty on the accuracy or completeness of the information that is provided on this page. If you rely on the information on this page then you do so entirely on your own risk.

Masih mencari broker yang bisa Anda percayai?


Bergabung dengan 427.000+ trader di seluruh dunia yang telah memilih trading bersama Capital.com

1. Buat & verifikasi akun Anda

2. Lakukan deposit

3. Temukan trading Anda